Raised Floor, Fungsi dan Jenis – jenisnya

Membangun suatu gedung dengan ruangan yang dikhususkan untuk data center, kantor server, banking hall, maupun ruang konferensi memang tidak sama dengan membangun gedung pada umumnya. Pasalnya, ruangan-ruangan seperti ini seringkali harus mempunyai akses guna jaringan kabel data dan semacamnya. Bagi memenuhi keperluan tersebut, Anda dapat menggunakan raised floor yang sekarang ini dipasarkan dengan harga berkisar jutaan rupiah per meter persegi.

Raised floor

Seiring dengan pertumbuhan teknologi yang paling pesat dan cepat, keperluan akan komputer dan peralatan canggih lainnya sudah menjadi urusan yang penting untuk gedung-gedung perkantoran, bank, bandara, maupun pusat pemerintahan. Konsekuensi dari urusan ini, sistem kabel juga menjadi lebih susah dan memakan tempat. Situasi itu tentunya menjadi kendala tersendiri untuk desain ruang perkantoran supaya tetap mengawal fungsionalitas dan keindahan. Karena itu, penyelesaian yang dapat diambil ialah menggunakan raised floor.

lantai tambahan, yang mengandung ruang kosong dibawahnya. Biasanya pun disebut Access floor yang bermanfaat untuk mengalirkan udara dingin ke perlengkapan IT sekaligus dapat dipakai untuk jalur pemasangan kabel. Sudah menjadi keperluan yang umum sebagai unsur infrastruktur yang fundamental untuk ruangan yang bersangkutan dengan teknologi informasi ataupun ruang control, dimana pada tempat-tempat tersebut seringkali terdiri dari tidak sedikit perangkat ataupun mesin, yang tentunya akan mengakibatkan tidak sedikit koneksi kabel.

RAISED FLOOR atau RAISED ACCESS FLOOR adalah suatu sistem simpel yang terdiri dari Panel Pedestal Stringer yang ketinggiannya dapat diatur cocok dengan keperluan sehingga disebut pun Hi-Floor. Saat ini Hi-Floor semakin tidak sedikit digunakan pada perkantoran di kota-kota besar untuk pemakaian pada ruang data center, perpustakaan, pusat pendidikan, rumah sakit, lab bahasa, server room, komputer room, control room. Disinilah faedah dari access floor akan paling membantu supaya ruang lebih kelihatan simpel.

Raised floor system

Untuk merancang desain raised floor system data center mesti memperhatikan sejumlah faktor agar dapat dipakai dengan tepat dan mempunyai daya tahan yang baik dan lama untuk di perunakan, diantaranya yaitu:

  1. Kemampuan lantai raised floor

Kemampuan lantai mestilah tepat perencanaannya sebab akan diukur pula dari berapa banyak perangkat IT yang bakal di tampung di ruang data center tersebut, semakin tidak sedikit barang yang dimasukkan keruang data center, maka pilihlah Hi-Floor yang mempunyai daya tampung yang lebih besar. Dengan memakai Access Floor yang cocok dengan keperluan maka akan membuat efek yang baik guna perencanaan pemakaian dalam jangka waktu yang lebih lama.

  1. Ketinggian Lantai raised floor

Ketinggian lantai raised floor cukup beraneka ragam sesuai dengan keperluan untuk data center tersebut seperti berapa banyak perangkat IT yang hendak ditaro di bawah access floor yaitu kabel data dan kabel listrik, berapa banyak udara dingin yang melewati ruang dibawah Hi-Floor tersebut. Hal ini mestilah di rancang dan direncanakan terlebih dahulu sebelum membuat sebuah ruang data center.

Raised Floor untuk data center

Raised Floor pada data center ialah suatu kebutuhan yang mesti diadakan, sebab untuk mengisi stadart TIA Level satu. Ada tujuh komponen yang mesti diisi dalam perancangan data center, yitu Lokasi, access floor, sistem pendingin, sistem listrik, pencahayaan, sistem ketenteraman dan antisipasi kebakaran. Maka rest floor adalah suatu kewajiban untuk penciptaan data center.

Fungsi Raised Floor data center

Setidaknya terdapat 4 fungsi utama raised floor pada data center yang menciptakan nya menjadi paling dan mesti terdapat pada penciptaan ruang tersebut, yaitu

  1. Sebagai lokasi sistem penyaluran aliran udara dingin untuk mendinginkan alat perangkat IT data center dengan mensirkulasi udara panas yang terbit dari perlengkapan IT guna di gantikan dengan udara dingin supaya perangkat IT tidak menjadi Over Heat.
  2. Dukungan guna pemasangan dan maintenance kabel data maupun kabel daya listrik yang lebih mudah
  3. Sebagai jalur untuk menciptakan grounding, kabel kabel, dan sistem perpipaan yang bisa di sembunyikan di bawah Access Floor sehinga pada unsur atas Hi-Floor tampak rapih dan terjaga.
  4. Bisa meningkatkan estetika pada ruangan data center sebab terlihat lebih profesional dan mempermudah para teknisi guna bekerja

Raised Floor Panel

Seperti pada pengertian dari raised floor yakni lantai yang ditinggikan, maka raised floor panel ialah bagian lantai dari Hi-Floor tersebut, unsur panel akan ditahan pedestal Hi-Floor, guna tipe dan bahan finishing access floor memilki pelbagai tipe , antara lain:

  1. Steel Anti-static Raised Floor (HPL/PVC)
  2. Die Cast Alumunium Access Floor
  3. Woodcore Raised Floor
  4. Calcium Sulphate Raised Floor

Raised floor sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Pertama, steel concrete network floor, yakni lantai yang dapat diupgrade ke concrete-filled panel. Kemudian, calcium sulfate raised floor yang seringkali dibungkus dengan baja penuh dan penyegelan yang baik. Model ini dianggap tahan air, tahan api, anti-sepsis dan isolasi suara. Sementara, bare panel raised floor mempunyai material logam untuk keperluan interior dan lazimnya dilapisi finishing memakai karpet tile atau vinyl.

Untuk menemukan raised floor, Anda dapat membelinya di sekian banyak  toko bahan bangunan, baik secara offline maupun online. Untuk harga Hi-Floor terbaik anda dapat membeli access floor di toko yang sudah terkenal, terlengkap, murah dan terpercaya. Nah, guna mendapatkan informasi lebih detail, Anda dapat langsung datang ke toko bahan bangunan terdekat di dekat domisili Anda. Namun Kami memasarkan access floor ke semua Indonesia.

 …

Read More

Share

Mengenal bagian dan jenis – jenis forklift

Forklift atau truk garpu (juga disebut lift truck, jitney, fork truck, fork hoist, atau forklift truck)  adalah kendaraan yang memiliki 2 garpu dibagian depannya yang bisa digunakan untuk mengangakat benda berat dengan atau tanpa pallet.

Forklift juga merupakan alat bantu yang digunakan untuk mengangkan beban beban berat atau bisa juga untuk memindahkan barang yang berupa kendaraan. Garpu forklift pada umumnya kompatibel dengan pallet yang beredar di pasaran. Biasanya barang diletakkan di atas pallet, baru kemudian barang dipindahkan atau diangkat.

Ada beberapa sumber energi yang bisa membuat Forklift beroperasi, di antaranya bahan bakar solar, bahan bakar gasoline, gas, dan battery. Biasanya forklift digunakan di pabrik, garment, ataupun pergudangan.

Forklift dengan bahan bakar solar dan gasoline biasanya digunakan di luar ruangan. Sedangkan forklift yang menggunakan gas dan battery banyak digunakan di dalam ruangan. Hal ini karena forklift yang menggunakan gas dan battery tidak menghasilkan asap polusi.

Hal ini sangat penting untuk beberapa perusahaan seperti, industri garmen, makanan, minuman, dan perusahaan lainnya yang mengharuskan kondisi bebas polusi/asap.

Berdasarkan cara pengoperasiannya, forklift dibedakan menjadi 2 jenis yaitu manual transmission dan automatic transmission. Sebelum menggunakan forklift sebaiknya anda menggunakan pengaman seperti helm, sepatu, masker, dan kaca mata agar dapat memenuhi standarisasi mengemudikan forklift yg aman, baik, dan benar.

Bagian-bagian penting pada Forklift antara lain :

  • Fork 

Fork adalah bagian utama dari forklift yang berfungsi untuk menopang dan membawa serta mengangkat barang atau beban, Fork terbuat dari besi panjang dan lurus dengan panjang standart 1070mm dan bisa di tambah fork extension untuk bisa lebih panjang lagi. Untuk meletakan beban yang akan di angkat diatas fork harus diperhatikan untuk mengatur lebar fork, juga Perlu dimensi beban dan kapasitas berat beban yang mampu di angkat Fork sesuai kapasitas dari Forklift.

  • Carriage 

Carriage adalah bagian dari forklift yang berfungsi sebgai penghubung antara mast dan fork karena ditempat ini fork melekat. Carriage juga berfungsi sebagai sandaran keamanan untuk barang barang di pallet disaat kondisi barang berada di atas mast lifting.

  • Mast .

Mast merupakan bagian penting dan utama dari forklift, yang berfungsi untuk lifting dan tilting.karena antara fork dan mast adalah satu kesatuan agar forklift berjalan sebagaimana fungsinya. Mast sendiri terbuat dari dua buah besi yang tebal yang di antaranya terdapat komponen hidrolik sistem yang berfungsi sebagai pengangkat atau menurunkan barang.

  • Overhead Guard.

Overhead Guard adalah atap atau pelindung untuk operator forklift yang berfungsi untuk melindungi operator forklift jika saat melakukan pekerjaannya dalam mengangkat barang dan barang tersebut jatuh maka tidak langsung mengenai operator forklift dan jika di modifikasi bisa juga sebagai pelindung operator dari terik matahari dan hujan.

  • Counterweight 

Counterweight adalah bagian dari forklift yang berfungsi untuk menyeimbangkan beban yang diangkat dengan forklift itu sendiri, counterweight terletak  di baagian belakang yang berlawanan dengan fork. Sehingga kesetabilan forklift dan keseimbangannya tetap terjaga.

Selain bagian bagian diatas masih banyak lagi komponen komponen terpenting dalam forklift. Perlu diperhatikan juga anda mengetahui komponen tersebut sebelum mengoperasikannya, karena walau sekilas sistem pengoperasionalanya hampir sama dengan mobil akan tetapi dalam kasusnya akan berbeda jika mengoperasinoalkan forklift, seperti sistem roda kemudi yang ada dibelakang dan juga perlu keahlian khusus untuk dapat menggunakanya, kesalahan sedikit akan sangat berakibat fatal seperti terbentur, barang yang diangkat jatuh dan yang bisa lebih parahnya jika salah perhitungan forklift bisa terbalik, maka dari itu ketahui kapasitas forklift anda dan ketahui juga berat beban barang yang mau anda angkat atau pindahkan, kenali semua fungsi dari komponen atau spare part dalam forklift.

Jenis-Jenis Forklift

1.      Warehouse Forklift (Forklift Gudang).

Forklift gudang adalah jenis Forklift yang banyak di pakai. Forklift ini mempunyai garpu kembar memanjang pada bagian depan. Forklift gudang ini bagus untuk memuat dan menurunkan palet ataupun material secara seimbang. Selain itu, Forklift gudang ini paling sesuai untuk memindahkan dan mengangkut barang-barang dari kendaraan pengiriman.

Sebagian besar forklift-forklift industri ini dapat mengangkat beban hingga 2 ton, sebagian lagi untuk tugas berat yang hanya mampu mengangkat 1 ton saja, Ada beberapa varian atau subtipe dari forklift gudang, di antaranya adalah forklift side loader and forklift counterbalance (penyeimbang).

  1. Industrial Forklift.

Forklift berkapasitas besar yang meskipun tidak dapat mencapai sudut yang sulit seperti yang dilakukan oleh telehandler, ia mampu mengangkat muatan jauh lebih tinggi dari tanah daripada forklift gudang dan beban yang lebih berat. Forklift industri dimulai dengan lift maksimum 30.000 lbs. Utilitas forklift industri memiliki cakupan yang sempit dibandingkan dengan forklift telehandler dan gudang.

  1. Side Loader Forklift.

Side Loader Forklift adalah subtipe dari forklift gudang, forklift pemuat samping ini biasanya ditemukan di pusat servis baja dan fasilitas manufaktur dengan barang berat dan tebal. Operator forklift akan berdiri di kompartemen menyamping dan pemuat samping mengeluarkan benda di sisinya. Karena pengoperasiannya yang samping, forklift muatan samping dapat dengan mudah dikendarai di samping rak dan memuat dan membongkar tanpa harus berbelok. Ini membuatnya cocok untuk menavigasi gang-gang sempit dan menangani muatan panjang seperti kayu dan pipa.

  1. Rough Terrain Forklift.

Juga dikenal sebagai forklift tiang lurus, untuk medan kasar dan dirancang khusus untuk lokasi pekerjaan di luar ruangan, Truk ini memiliki ban pneumatik yang kokoh yang membantu mereka menavigasi tanah berbatu. Ban khusus berukuran besar dan berulir, memberi mereka keseimbangan dan stabilitas yang lebih baik untuk mengangkut material dengan aman.

5.      Counterbalance Forklift

Forklift Counterbalance / Penyeimbang adalah forklif dengan garpu di bagian depan dan berat di belakang kendaraan untuk mengimbangi berat beban. Forklift counterbalance tidak memiliki perpanjangan lengan, sehinga berkemampuan untuk pindah langsung ke beban. Ada beberapa jenis forklift penyeimbang. Forklift counterbalance dengan Varian 3 roda akan ideal untuk situasi yang mengharuskan operator berputar dan bermanuver dalam lingkaran. Forklift penyeimbang Stand-Up memungkinkan operator untuk dengan mudah naik dan turun di antara beban.

  1. Telehandler Forklift.

Telehandler Forklift atau forklift teleskopik  (Forklift jangkauan) memiliki lengan yang dapat diperpanjang, membuat kombinasi derek dan forklift. Garpu kembar yang melekat pada lengan ini digunakan untuk memindahkan palet dari tanah. Telehandler standar mampu mengangkat 5.500 pon bahan dari ketinggian hingga 19 kaki di udara. Truk penanganan material ini bagus untuk menjangkau ruang sempit dan sudut aneh.

  1. Reach Fork Truck.

Jenis forklift yang terakhir ini adalah Forklift Reach Truk. Biasanya jenis forklif ini digunakan untuk memindahkan barang yang berkapasitas besar, plus mampu melakukan penataan di atas rak-rak yang tinggi. Kendaraan jenis ini mampu mengangkat hingga 2 ton dengan mengangkat hingga ketinggian 8,5 meter.…

Read More

Share

Mengenai Jenis – Jenis Wire Rope dan kegunaannya

Wire Rope atau yang lebih di kenal dengan sebutan Sling/ seling adalah alat yang terbuat dari tali baja yang terbentuk dari beberapa lapisan tali baja yang dipilin membentuk strand, lalu strand tersebut dipilin mengelilingi Core untuk membentuk satu kesatuan utuh yang bernama wire rope ini.

wire rope

Wire Rope mempunyai peranan penting dalam bidang industri khususnya industri alat berat, contohnya : industri perkapalan, Perikanan, Oil and Gas, dll . Wire Rope sendiri biasa di pergunakan untuk mengangkat, menarik dan mengikat benda atau beban yang berat.

Biasanya semakin banyak jumlah wire didalam strand maka akan membuat ukuran individual wire tersebut menjadi lebih kecil sehingga wire rope lebih flexible, sebaliknya semakin sedikit jumlah wire di dalam strand membuat ukuran wire menjadi lebih besar sehingga wire rope menjadi lebih kaku. Wire Rope yang flexible mempunyai daya tahan terhadap tekukan atau lekukan sehingga cocok digunakan pada crane. Wire rope dengan ukuran individual wire yang besar mempunyai ketahanan terhadap gesekan yang baik sehingga sesuai digunakan untuk menarik.

Mengenai Wire Rope :

  • Core atau inti dari wire rope umumnya terdiri dari tiga bahan antara lain :
  1. Fibre Core (FC) / Tali Plastik.
  2. Hemp Core (HC) / Tali Manila.

Wire Rope dari jenis Fibre Core dan Hemp Core adah Wire Rope yang memiliki spesifikasi Fleksibel dan lentur dan tahan terhadap tekukan dan hentakan, sehingga lebih cocok digunakan untuk aplikasi lifting yang menggunakan block ataupun crane, karena adanya rotasi yang membuat wire rope tertekuk secara terus menerus. Contoh lainnya yaitu aplikasi untuk mengangkat Elevator atau lift.

  1. Wire Core (IWRC)/ Kawat Baja. Wire Rope dengan karakteristik yang kebih kaku, tahan terhadap hentakan dengan breaking load yang lebih besar sehingga sangat cocok di aplikasikan terhadap berat
  • Cara Mengukur Wire Rope adalah dengan mengunakan Sigmat dengan mengukur diameterny. Ukuran diameter wire rope dinyatakan dalam mm atau inch dan Faktor yang mempengaruhi ukuran wire rope adalah besarnya sheave yang dilalui wire rope dan beban yang akan digerakkan oleh wire rope.

Jenis Wire Rope

  • Jenis Wire Rope berdasarkan arah putaran nya. Putaran menunjukkan arah strand wire rope diputar mengelilingi Core.
    • Wire rope strand yang diputar searah jarum jam disebut Putaran Kanan atau Right Hand Regular Lay disingkat (RHRL)/ Right Hand Lang Lay ( RHLL )/ Right Hand Alternate Lay ( RHAL ) Berdasarkan namanya, Wire Rope putaran kanan adalah wire rope yang memiliki strand memutar kekanan membentuk huruf Z dan Sering disebut dengan Z lay
    • Sebaliknya strand yang diputar berlawanan arah jarum jam disebut Putaran Kiri atau Left Hand Regular Lay (LHRL)/ Left Hand Lang Lay ( LHLL )/ Left Hand Alternate Lay ( RHAL ) Berdasarkan namanya, Wire Rope putaran kiri adalah wire rope yang memiliki strand memutar kekiri membentuk huruf S, Sering disebut dengan S lay.
  • Jenis Wire Rope berdasarkan arah susunan dan aplikasinya dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
    • Wire Rope kontruksi Cross Lay /Standar. Aplikasi konstruksi jenis ini cenderung kurang lentur biasanya di aplikasikan pada saat Towing dan Mooring dimana dibutuhkan kekuatan terhadap gentakan.
    • Wire Rope konstruksi Paralel Lay. Aplikasi konstruksi jenis ini cenderung lebih lentur dan biasanya di aplikasikan saat logging, lifting, ringginh dan gondola dimana dibutuhkan kelenturan dari wire rope agar dapat meengatasi seringnya terjadi penekukan terhadap wire rope pada saat pengunaan di aplikasi ini.

Finishing

Berikut 2 type dalam finishing wire rope antara lain : Bright/Ungalvanis dan Galvanis
Wire rope galvanis permukaan luarnya berwarna putih karena dilapisi zinc. Keuntungannya lebih tahan karat daripada wire rope ungalvanis. Daan harga jauh lebih mahal divandingkan dengan wire ropw ungalvanis karena wirw rope ungalvanis umumnya tidak tahan terhadap karat

  • Grade

Wire rope diproduksi berdasarkan beberapa grade. Dan setiap grade memberikan kombinasi tensile strength, kekerasan, ketahanan terhadap gesekan dan tekukan yang berbeda-beda. Biasanya Standard industri yang banyak dipakai untuk menentukan grade adalah A.P.I (American Petroleum Institute) dan JIS (Japan Industrial Standard).

  • Lubrikasi

Lubrikasi pada wire rope berfungsi untuk mencegah karat dan mengurangi gesekan antar strand dan wire didalam wire rope sehingga memperpanjang usia wire rope tersebut.
Empat jenis lubrikasi yang umum pada wire rope:

  1. Dry Tanpa gemuk hanya dilapisi minyak ringan dibagian dalam core dan strand.
  2. Gemuk ringan, warna coklat kekuningan biasa diaplikasikan pada wire rope galvanis.
  3. Gemuk
  4. Gemuk hitam pekat, memberi proteksi yang baik terhadap karat. Ideal digunakan di laut.

Kegunaan Wire Rope :

Wire Rope mempunyai peranan sangat penting dalam industri khususnya industri alat berat, berikut kegunaan wire rope dalam industri :

  1. Industri Perkapalan

– Wire rope digunakan sebagai komponen crane agar dapat beroprasi untuk mengangkat beban.

– Wire rope digunakan untuk dibuat sling untuk mengangkat barang.

– Wire rope digunakan untuk menambat atau mooring agar kapal dapat bersandar.

– Wire rope digunakan untuk menarik atau towing ( menarik kapal tongkang atau kapal yang sedang rusak, dll ).

– Wire rope digunakan untuk Dredging atau pengerukan.

– Wire rope digunakan untuk mengikat barang atau lashing.

  1. Industri Perikanan

Wire Rope digunakan untuk menarik Trawl atau jala.

  1. Industri Oil and Gas

Sebagai Drilling Line ( Menarik dan mengulur Bor ).

  1. Industri Mining

– Shovel

– Clamshell atau Grab

  1. Industri Konstruksi

– Jembatan

– Tower Crane

– Elevator

– Paku bumi

  1. Industri Telekomunikasi

– Guy Wire (Menstabilkan Tower atau Antena )

  1. Industri Logging

– Menarik dan mengikat kayu.

  1. Industri Gondola.

Read More

Share

Jenis Roller Chain yang ada di pasaran

Roller Chain atau dalam bahasa Indonesia “Rantai” adalah komponen mesin yang kuat dan bisa diandalkan dalam menyalurkan daya melalui gaya tarik dari sebuah mesin. Rantai terutama digunakan dalam power transmission dan sistem konveyor.

roller chain

Rantai paling sering digunakan sebagai komponen hemat biaya dari mesin power transmission untuk beban berat dan kecepatan rendah. Rantai lebih sesuai untuk aplikasi tanpa henti dengan masa operasional jangka panjang dan penyaluran daya dengan fluktuasi torsi terbatas. Bagaimanapun juga, rantai juga bisa digunakan dalam kondisi berkecepatan tinggi, misalnya, di sepeda motor dan di penggerak camshaft mesin mobil.

Sama fleksibelnya dengan belt dan sama positifnya dengan roda gigi, rantai menyediakan fleksibilitas desain, kenyamanan, daya tahan terhadap beban kejut, kesederhanaan pemasangan, dan keandalan yang tak tersamai.

Keuntungannya : mampu meneruskan daya besar, tidak perlu tegangan awal, keausan kecil pada bantalan, dan mudah memasangnya.  Kerugiannya :  timbul suara  dan  getaran (karena tumbukan antara rantai dan dasar kaki gigi sprocket),  adanya  perpanjangan, tidak baik untuk kecepatan tinggi, adanya variasi kecepatan karena lintasan busur pada sprocket yang mengait mata rantai. Karena kekurangan-kekurangan ini maka rantai tidak dipakai untuk kecepatan tinggi, kecepatan hanya sampai 600 m/min untuk rantai rol, sedangkan untuk keceapatan yang lebih tinggi dipakai silent chain.

Rantai roller dibuat dalam beberapa ukuran, standar American National Standards Institute (ANSI) yang paling umum adalah 40, 50, 60, dan 80. Digit pertama menunjukkan pitch rantai dalam delapan inci , dengan yang terakhir. digit menjadi 0 untuk rantai standar, 1 untuk rantai ringan, dan 5 untuk rantai bergerigi tanpa roller. Dengan demikian, rantai dengan pitch setengah inci akan menjadi # 40 sedangkan sproket # 160 akan memiliki gigi berjarak 2 inci, dll. Pitch metrik diekspresikan dalam enam belas inci; dengan demikian rantai metrik # 8 (08B-1) akan setara dengan ANSI # 40. Sebagian besar rantai rol terbuat dari karbon biasa atau baja paduan, tetapi baja tahan karat digunakan dalam mesin pengolah makanan atau tempat lain di mana pelumasan merupakan masalah, dan nilon atau kuningan terkadang terlihat karena alasan yang sama.

Rantai roller biasanya dihubungkan dengan menggunakan tautan utama (juga dikenal sebagai tautan penghubung), yang biasanya memiliki satu pin yang dipegang oleh klip tapal kuda alih-alih pas gesekan, yang memungkinkannya dimasukkan atau dilepas dengan alat sederhana. Rantai dengan tautan atau pin yang dapat dilepas juga dikenal sebagai rantai bertumpuk, yang memungkinkan panjang rantai disesuaikan. Setengah tautan (juga dikenal sebagai offset) tersedia dan digunakan untuk menambah panjang rantai dengan satu rol. Rantai roller terpaku memiliki tautan utama (juga dikenal sebagai tautan penghubung) “terpaku” atau dihaluskan di ujungnya. Pin ini dibuat agar tahan lama dan tidak bisa dilepas.

Jenis / Tipe  Rantai

Secara garis besar Rantai dapat dibagi atas 2 jenis, yaitu :

  1. Roller Chain atau Rantai Rol

Rantai mengkait pada sprocket dan meneruskan daya tanpa slip, jadi menjamin perbandingan putaran yang tetap, mempunyai komponen utama : pena, bus, rol dan plat mata rantai

  1. Silent Chain atau Rantai Gigi

Rantai ini lebih halus ( tidak berisik ) sehingga sering disebut Silent chain, bahannya terbuat dari baja, sedang sproketnya terbuat dari baja (untuk ukuran kecil ) dan besi tuang ( cast iron ) untuk ukuran besar, dapat meningkatkan kecepatan yang lebih tinggi. Komponennya terdiri dari :plat-plat berprofil roda gigi dan pena berbentuk bulan sabit yang disebut sambungan kunci.

Di sini kami akan terlebih dahulu mengulas roller chain.Roller Chain Merupakan rantai yang dapat digunakan langsung  dengan cara yang efisien untuk mentransmisikan daya antara poros-poros yang paralel. Cara kerja roller chain yaitu rol akan memutar bushing yang terpasang ketat pada bagian dalam plat penghubung, lalu pin akan mencegah plat penghubung bagian luar berputar dengan pemasangan yang sangat ketat. Rantai akan mengait pada gigi sprocket dan meneruskan daya tanpa slip dan menjamin perbandingn putaran yang tetap. Berikut kelebihan dan kekurangan roller chain.

  1. Kelebihan Dan Fungsi Roller Chain.
  • Tidak terpengaruh temperatur tinggi karena adanya oli dan grease.
  • Mampu meneruskan daya yang besar karena kekuatannya yang besar.
  • Tidak memerlukan tegangan awal
  • Keausan kecil pada bantalan
  • Pemasangannya mudah dan harganya murah
  • Tidak menimbulkan bahaya kebakaran
  1. Kekurangan Roller Chain.
  • Perpanjangan rantai karena keausan pena dan bushing yang diakibatkan oleh gesekan dengan sproket
  • Variasi kecepatan yang tidak dapat dihindari karena lintasan busur pada sproket yang mengait mata rantai
  • Suara dan getaran karena tumbukan antara rantai dan dasar kaki gigi sprocket.

Design Roller Chain.

  • Bahan pena, bushing dan rol dipergunakan baja karbon atau baja khrom dengan pengerasan permukaan
  • Pelumasan adalah hal yang sangat penting untuk desain roller chain
  • Umumnya rantai memiliki penutup dari logam untuk melindungi dari debu dan untuk memungkinkan pelumasan.
  • Untuk horsepower tinggi dapat digunakan lebih dari satu lapis rantai.

Tipe Pelumasan Roller Chain.

  • Manual Lubrication : dioleskan secara periodik dengan kuas atau penyemprot sekurangnya sekali tiap 8 jam
  • Drip Lubrication : Tetesan oli diteteskan secara kontinu ke sela-sela pelat penghubung
  • Bath Lubrication : Tapi bawah dari lintasan rantai melewati suatu bak oli dalam rumah penggerak. Tingkat oli harus mencapai pitch line dari rantai pada titik terendah.

Demikian beberapa informasi mengenai roller chain semoga membantu anda untuk mengetahui mengenai roller chain beserta kelebihan dan kekurangan nya tentu saja dengan mempertimbangkan hal hal seperti biaya, umur pemakaian dan perawatan. Semoga bermanfaat.

 …

Read More

Share

Fungsi dan Jenis-Jenis Bearing

Bearing atau dalam bahasa Indonesia “Bantalan” atau laher adalah sebuah elemen atau bagian dari mesin yang berguna untuk menunjang poros antara  dua atau lebih komponen mesin yang memiliki beban agar dapat berputar terhadap sumbu porosnya, atau juga menjaga suatu komponen yang bergerak linier agar selalu berada pada jalurnya. Prinsipnya kinerja bearing berkebalikan dari roda gigi.

Bagian – bagian Bearing :

Bearing terdiri dari beberapa bagian dan memiliki fungsi tersendiri berikut adalah penjelasan dari bagian-bagian bearing :

  1. Outer Ring dengan jalur (raceway)

Ring yang letaknya di bagian paling luar. Permukaannya bersentuhan langsung dengan ball/roler dan komponen mesin yang lain.

Ring ini berfungsi untuk menahan bola/roller tetap berputar di tempat yang sama. Terbuat dari material yang keras, seperti baja atau chrome, yang kekuatannya mempengaruhi beban yang diterima dan masa pakainya. Kadang juga terbuat dari keramik dan plastik, walaupun lebih ringan. Perlu diingat bahwa bahan bearing plastik tidak cocok untuk ditempatkan pada temperatur dan tekanan tinggi.

  1. Inner Ring dengan jalur (raceway)

Ring yang letaknya di bagian paling dalam. Permukaannya bersentuhan langsung dengan ball/roler dan poros. Umumnya terbuat dari bahan yang sama dengan outer ring.

  1. Komponen yang berputar atau bergulir

Bagian ini bentuknya bermacam-macam. Ada yang berbentuk bola, roller atau silinder, cone atau needle yang keras. Bagian ini bersentuhan langsung dengan outer dan inner ring. Bagian ini akan bergulir sesuai jalurnya ketika poros/komponen berputar.

  1. Cage atau sarang atau rumah.

Bagian ini berfungsi untuk menjaga jarak antara bola/silinder. Dengan demikian bola/roller tidak saling bertabrakan atau bergesekan satu dengan yang lain. Sehingga putaran bearing menjadi halus dan lancar.

  1. Seal atau penutup

Bagian ini mungkin hanya ada di beberapa jenis bearing saja. Bagian ini berfungsi untuk menutup agar kotoran tidak masuk ke dalam bearing, dan menjaga pelumas tetap bersih.

Beban Bearing

Selain itu dalam memilih bearing pertama kita harus mengetahui, untuk dipergunakan menahan beban apa, berikut penjelasan mengenai beban :

  1. Beban Radial

Yaitu beban yang tegak lurus dengan poros yang dipasang pada bearing. Contohnya adalah bearing yang digunakan pada poros roda sepeda motor atau sepeda.

  1. Beban Thrust / Dorongan

Yaitu beban yang berasal dari samping bearing. Contohnya adalah bearing yang digunakan pada kursi kantor yang berputar.

  1. Beban Kombinasi

Yaitu adalah beban yang berasal dari bagian atas dan samping bearing. Contohnya adalah penggunaan bearing pada assy kemudi mobil.

Bearing pun memiliki jenis sesuai kegunaannya :

1. Friction Bearing

Friction Bearing adalah bearing yang bidang geseknya bergerak secara bergeser dan saling bersentuhan langsung antara permukaan bearing dengan komponen mesin yang didukung. Hal ini mengakibatkan gesekan permukaannya saat tinggi.

Dikarenakan tidak memiliki komponen perantara antara bearing dan komponen mesin sebagai gantinya Friction Bearing dilapisi oleh pelumas yang tipis agar gesekan yang terjadi tidak merusak bearing atau komponen mesin. Berikut adalah beberapa jenis Friction Bearing :

a.Plain Bearing

Plain Bearing merupakan bearing yang memiliki permukaan rata pada bidang geseknya meskipun bentuk bearingnya melengkung seperti setengah lingkaran. Plain bearing terbuat dari bahan tembaga kuningan yang permukaannya dilapisi oleh logam babit.

b. Bushing

Bushing atau bush, merupakan sebuah bantalan atau laher  dengan bentuk melingkar seperti cincin yang digunakan untuk tempat poros yang berputar, pada hal ini bushing dan poros terdapat pelumas yang berfungsi pada saat poros berputar yang terkena adalah pelumas tersebut.

2. Antifriction Bearing

Antifriction bearing sendiri terdapat beberapa jenis tergantung penggunaanya, berikut adalah beberapa jenis Antifriction Bearing

a. Ball Bearing

Ball Bearing adalah Bearing yang menggunakan bola baja yang diletakan diantara kedua rel yang berfungsi sebagai alur dan berputarnya bola. Ball Bearing memilikibeberapa jenis antara lain :

    • Single Flow Radial Ball Bearing
    • Axial Thrust Ball Bearing
    • Angular Contact Ball Bearing
    • Self Aligning Ball Bearing

b. Roller Bearing

Roller Bearing adalah bearing yang bebentuk silinder yang kinerja kontak bagian dalam ataupun luar berbeda dengan ball bearing pada umumnya. Roller bearing secara umum digunakan sebagai tumpuan beban yang berat karena memiliki titik tumpu lebih bebar dari satu titik, berikut beberapa roller bearing :

    • Cylindrical Roller Bearing
      Cylindrical Roller Bearing adalah bantalan atau laher yang menggunakan silinder-silinder baja didalamnya. Silinder baja ini berfungsi sebagai media gesekan antara komponen yang diam dengan komponen yang bergerak
    • Flexible Roller Bearing
      Flexible Roller Bearing adalah bantalan atau laher yang dapat menyesuaikan gesekan antara komponen dan bearing biasanya terdapat pada conveyor.
    • Needle Bearing
      Needle Bearing merupakan bantalan atau laher gelinding yang menggunakan roller baja atau baja berbentuk silinder sebagai media gesekan antar komponen yang diam dengan komponen yang bergerak.Tapered Roller Bearing
      Tapered Roller Bearing adalah komponen bearing yang berfungsi untuk kelengkapan otomotif kendaraan mobil. Jenis bearing automotif equipment biasa dipakai pada tromol mobil, dimana roller bearing punya dua bagian yang bersebrangan arah.
    • Spherical Roller Bearing
      Spherical Roller Bearing adalah sebuah bantalan atau laher dengan elemen bergulir yang memungkinkan adanya perputaran bergesekan rendah, sekaligus meminimalisir  terjadinya ketidaksesuaian sudut.
    • Roller Thrust Bearing
      Roller Thrust Bearing adalah bantalan atau laher yang sanggup menahan beban yang sangat berat, biasa dipakai di gear set kereta, mobil box dan transmisi mobil.

Setelah mengetahui fungsi dan jenis-jenis bearing anda dapat menentukan bearing mana yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan mesin, kendaraan dan peralatan anda yang membutuhkan penggantian bearing.…

Read More

Share

Distributor dan Supplier Bearing Murah

Supplier Bearing Murah

Bearing atau sering di sebut sebagai Laher atau Klaher dalam Bahasa Indonesia berarti bantalan. Dalam ilmu mekanika bearing adalah sebuah elemen mesin yang berfungsi untuk membatasi gerak relatif antara dua atau lebih komponen mesin agar selalu bergerak pada arah yang diinginkan sehingga dapat menjaga agar poros ban (as roda) tidak langsung bergesekan dengan rumah (roda). Komponen ini juga didesain minim friksi, sehingga ketika roda berputar bisa terjaga dan stabil.

distributor bearing

Bearing menjaga poros (shaft) agar selalu berputar terhadap sumbu porosnya, atau juga menjaga suatu komponen yang bergerak linier agar selalu berada pada jalurnya. Sehingga tidak terjadinya gesekan antara poros dan elemen mesin lainnya.

Bearing pada umumnya dibedakan menjadi dua jenis komponen yaitu :

  • Anti Friction (anti gesekan) Bearing.

Jenis anti friction bearing merupakan bearing yang bagian di dalamnya memiliki komponen yang dapat berputar dan pada bagian luar bearing memiliki bagian yang diam saat bagian dalam bearing berputar. Pada bearing jenis anti friction bearing gesekan yang ditimbulkan akan jauh lebih kecil karena anti friction bearing memiliki komponen yang berputar di dalamnya. Anti friction bearing ini secara garis besar terbagi  menjadi dua macam yaitu :

  • Ball Bearing.

Ball Bearing adalah bearing yang menggunakan bola baja yang diletakkan di antara kedua rel yang berfungsi sebagai alur dan jalannya bola tersebut berputar. Ball bearing ini terbagi lagi menjadi beberapa tipe yaitu:

  • Single Flow Radial Ball Bearing
  • Axial Thrust Ball Bearing
  • Angular Contact Ball Bearing
  • Self Aligning Ball Bearing
  • Roller Bearing
  • Roller Bearing.

Roller Bearing adalah bearing yang menggunakan roller baja (berbentuk  seperti tabung silinder) yang juga diletakkan di antara dua bantalan sebagai bidang gesek. Roller bearing ini terbagi menjadi beberapa tipe yaitu:

  1. Cylindrical Roller Bearing
  2. Flexible Roller Bearing
  3. Needle Bearing
  4. Tapered Roller Bearing
  5. Spherical Roller Bearing
  6. Roller Thrust Bearing

Macam-macam bearing di atas memiliki bentuk yang berbeda-beda sehingga penempatan bearing ini sangat tergantung dari keperluan dan kebutuhan mekanikal yang digunakan seperti contohnya bearing roda, ada yang menggunakan tapered roller bearing karena memiliki daya tahan yang lebih baik. Namun juga ada juga roda yang menggunakan bearing tipe Single Flow Radial Ball Bearing.

  • Friction Bearing.

Bearing jenis ini adalah bearing yang bidang geseknya bergerak secara bergeser dan saling bersentuhan langsung antara permukaan bearing dengan komponen mesin yang di dukungnya. Akibatnya gesekan pada permukaan bearing sangat tinggi. Hal ini disebabkan friction bearing tidak memiliki komponen perantara yang berputar di dalamnya, namun sebagai gantinya, friction bearing menggunakan lapisan oli yang tipis sebagai perantara agar gesekan antar permukaan tidak merusak bearing tersebut.

Berikut adalah macam-macam friction bearing  yang ada :

  1. Plain Bearing.

Plain bearing merupakan bearing yang memiliki permukaan rata pada bidang geseknya meskipun bentuk bearingnya melengkung seperti setengah lingkaran. Plain bearing umumnya terbuat dari beberapa campuran tembaga kuningan yang pada bagian permukaannya dilapisi dengan logam babit.

Contoh dari plain bearing adalah metal duduk dan metal jalan (bearing yang digunakan pada bagian dalam mesin yaitu crankshaft dan connecting rod).

  1. Bushing

Bushing merupakan salah satu jenis friction bearing dengan bentuk melingkar seperti cincin. Bushing ini sejatinya sebuah bantalan yang digunakan sebagai tempat poros berputar. Sama seperti plain bearing, bushing umumnya juga terbuat dari campuran tembaga kuningan yang dilapisi logam jenis babit. Contoh bushing jenis ini adalah bushing untuk king pin yang ada pada knuckle as roda.

Cara baca dan arti ukuran kode bearing

Dari kode pada bearing, kita bisa mengetahui spesifikasi, ukuran, dan jenis bearing tersebut. Sehingga kita bisa mengetahui karakter dan kegunaan yang tepat untuk bearing tersebut. Ini sangat berguna ketika kita akan mengganti bearing. Untuk amannya, sebaiknya bearing untuk sepeda diganti dengan kode ukuran yang sama.

Kode Jenis Bearing

Digit atau angka pertama, bisa berupa angka atau huruf, menyatakan jenis bearing. Jenis bearing ini menyatakan bagaimana bola atau silinder diposisikan, bentuk jalur (raceway) untuk bola/silinder, dan mekanisme kerja dalam bearing tersebut.

Kode Seri

Digit angka kedua pada kode bearing menyatakan hubungan antara ukuran bore, diameter luar, dan ketebalan bearing. Bearing jenis 2 (Spherical roller bearing) dan 32 (Tapered roller bearing) bisa memiliki 5 digit untuk kode seri bearingnya.

Bore / Diameter Lubang Bearing

Digit ketiga dan keempat menyatakan ukuran bore bearing. Bore adalah diameter lubang bagian dalam yang ada di tengah bearing.

Suffix / Akhiran

Tambahan huruf/angka/huruf & angka di belakang kode bearing, sebagai tambahan informasi. Huruf /angka di belakang angka.

Internal Radial Clearance

Kode C pada bearing (Internal Radial Clearance) artinya adalah besarnya gap antar bola dan cage (dudukan bearing). Gap atau celah ini bertujuan untuk jika terjadi pemuaian pada bearing akibat panas, bearing masih bisa berputar. Untuk alat dan pekerjaan yang bertemperatur dan bertekanan tinggi memakai bearing C3-C5 lebih disarankan agar bearing tidak macet karena memuai. Jika penulisan lain sesuai standard, maka bearing tanpa kode C berarti bearing tersebut memiliki Internal Radial Clearance standard.

Kode-kode pada bearing memiliki arti yang akan dijelaskan di bawah. Contohnya : Kode bearing adalah 6203-ZZC3, akan dibagi menjadi 5 bagian, yaitu: 6–2–03–Z–C3.

  • 1 digit angka pertama menyatakan: jenis bearing (bearing type code).
    Pada contoh bearing adalah 6
  • 1 digit angka kedua menyatakan seri bearing (series code).
    Pada contoh bearing adalah 2
  • 2 digit angka ketiga dan keempat menyatakan diameter bearing.
    Pada contoh bearing adalah 03
  • kode huruf terakhir menyatakan jenis bahan penutup bearing.
    Pada contoh bearing adalah Z
  • huruf C dan angka paling belakang menyatakan radial
    Pada contoh bearing adalah C3.

Jadi untuk contoh di atas: 62003-ZZC3, bisa diartikan: (6) Single row deep groove ball bearing, (2) Light, (03) Bore 17 mm, (z) One side shield, (C3) Internal Radial Clearance lebih besar dari normal.

Bagi anda yang sedang mencari produk bearing, Anugerah Jaya Bearing adalah salah satu distributor jual bearing yang menyediakan berbagai jenis bearing dari bearing industrial maupun otomotif dengan kualitas terbaik dan terpercaya di Indonesia.…

Read More

Share