Jenis Roller Chain yang ada di pasaran

Roller Chain atau dalam bahasa Indonesia “Rantai” adalah komponen mesin yang kuat dan bisa diandalkan dalam menyalurkan daya melalui gaya tarik dari sebuah mesin. Rantai terutama digunakan dalam power transmission dan sistem konveyor.

roller chain

Rantai paling sering digunakan sebagai komponen hemat biaya dari mesin power transmission untuk beban berat dan kecepatan rendah. Rantai lebih sesuai untuk aplikasi tanpa henti dengan masa operasional jangka panjang dan penyaluran daya dengan fluktuasi torsi terbatas. Bagaimanapun juga, rantai juga bisa digunakan dalam kondisi berkecepatan tinggi, misalnya, di sepeda motor dan di penggerak camshaft mesin mobil.

Sama fleksibelnya dengan belt dan sama positifnya dengan roda gigi, rantai menyediakan fleksibilitas desain, kenyamanan, daya tahan terhadap beban kejut, kesederhanaan pemasangan, dan keandalan yang tak tersamai.

Keuntungannya : mampu meneruskan daya besar, tidak perlu tegangan awal, keausan kecil pada bantalan, dan mudah memasangnya.  Kerugiannya :  timbul suara  dan  getaran (karena tumbukan antara rantai dan dasar kaki gigi sprocket),  adanya  perpanjangan, tidak baik untuk kecepatan tinggi, adanya variasi kecepatan karena lintasan busur pada sprocket yang mengait mata rantai. Karena kekurangan-kekurangan ini maka rantai tidak dipakai untuk kecepatan tinggi, kecepatan hanya sampai 600 m/min untuk rantai rol, sedangkan untuk keceapatan yang lebih tinggi dipakai silent chain.

Rantai roller dibuat dalam beberapa ukuran, standar American National Standards Institute (ANSI) yang paling umum adalah 40, 50, 60, dan 80. Digit pertama menunjukkan pitch rantai dalam delapan inci , dengan yang terakhir. digit menjadi 0 untuk rantai standar, 1 untuk rantai ringan, dan 5 untuk rantai bergerigi tanpa roller. Dengan demikian, rantai dengan pitch setengah inci akan menjadi # 40 sedangkan sproket # 160 akan memiliki gigi berjarak 2 inci, dll. Pitch metrik diekspresikan dalam enam belas inci; dengan demikian rantai metrik # 8 (08B-1) akan setara dengan ANSI # 40. Sebagian besar rantai rol terbuat dari karbon biasa atau baja paduan, tetapi baja tahan karat digunakan dalam mesin pengolah makanan atau tempat lain di mana pelumasan merupakan masalah, dan nilon atau kuningan terkadang terlihat karena alasan yang sama.

Rantai roller biasanya dihubungkan dengan menggunakan tautan utama (juga dikenal sebagai tautan penghubung), yang biasanya memiliki satu pin yang dipegang oleh klip tapal kuda alih-alih pas gesekan, yang memungkinkannya dimasukkan atau dilepas dengan alat sederhana. Rantai dengan tautan atau pin yang dapat dilepas juga dikenal sebagai rantai bertumpuk, yang memungkinkan panjang rantai disesuaikan. Setengah tautan (juga dikenal sebagai offset) tersedia dan digunakan untuk menambah panjang rantai dengan satu rol. Rantai roller terpaku memiliki tautan utama (juga dikenal sebagai tautan penghubung) “terpaku” atau dihaluskan di ujungnya. Pin ini dibuat agar tahan lama dan tidak bisa dilepas.

Jenis / Tipe  Rantai

Secara garis besar Rantai dapat dibagi atas 2 jenis, yaitu :

  1. Roller Chain atau Rantai Rol

Rantai mengkait pada sprocket dan meneruskan daya tanpa slip, jadi menjamin perbandingan putaran yang tetap, mempunyai komponen utama : pena, bus, rol dan plat mata rantai

  1. Silent Chain atau Rantai Gigi

Rantai ini lebih halus ( tidak berisik ) sehingga sering disebut Silent chain, bahannya terbuat dari baja, sedang sproketnya terbuat dari baja (untuk ukuran kecil ) dan besi tuang ( cast iron ) untuk ukuran besar, dapat meningkatkan kecepatan yang lebih tinggi. Komponennya terdiri dari :plat-plat berprofil roda gigi dan pena berbentuk bulan sabit yang disebut sambungan kunci.

Di sini kami akan terlebih dahulu mengulas roller chain.Roller Chain Merupakan rantai yang dapat digunakan langsung  dengan cara yang efisien untuk mentransmisikan daya antara poros-poros yang paralel. Cara kerja roller chain yaitu rol akan memutar bushing yang terpasang ketat pada bagian dalam plat penghubung, lalu pin akan mencegah plat penghubung bagian luar berputar dengan pemasangan yang sangat ketat. Rantai akan mengait pada gigi sprocket dan meneruskan daya tanpa slip dan menjamin perbandingn putaran yang tetap. Berikut kelebihan dan kekurangan roller chain.

  1. Kelebihan Dan Fungsi Roller Chain.
  • Tidak terpengaruh temperatur tinggi karena adanya oli dan grease.
  • Mampu meneruskan daya yang besar karena kekuatannya yang besar.
  • Tidak memerlukan tegangan awal
  • Keausan kecil pada bantalan
  • Pemasangannya mudah dan harganya murah
  • Tidak menimbulkan bahaya kebakaran
  1. Kekurangan Roller Chain.
  • Perpanjangan rantai karena keausan pena dan bushing yang diakibatkan oleh gesekan dengan sproket
  • Variasi kecepatan yang tidak dapat dihindari karena lintasan busur pada sproket yang mengait mata rantai
  • Suara dan getaran karena tumbukan antara rantai dan dasar kaki gigi sprocket.

Design Roller Chain.

  • Bahan pena, bushing dan rol dipergunakan baja karbon atau baja khrom dengan pengerasan permukaan
  • Pelumasan adalah hal yang sangat penting untuk desain roller chain
  • Umumnya rantai memiliki penutup dari logam untuk melindungi dari debu dan untuk memungkinkan pelumasan.
  • Untuk horsepower tinggi dapat digunakan lebih dari satu lapis rantai.

Tipe Pelumasan Roller Chain.

  • Manual Lubrication : dioleskan secara periodik dengan kuas atau penyemprot sekurangnya sekali tiap 8 jam
  • Drip Lubrication : Tetesan oli diteteskan secara kontinu ke sela-sela pelat penghubung
  • Bath Lubrication : Tapi bawah dari lintasan rantai melewati suatu bak oli dalam rumah penggerak. Tingkat oli harus mencapai pitch line dari rantai pada titik terendah.

Demikian beberapa informasi mengenai roller chain semoga membantu anda untuk mengetahui mengenai roller chain beserta kelebihan dan kekurangan nya tentu saja dengan mempertimbangkan hal hal seperti biaya, umur pemakaian dan perawatan. Semoga bermanfaat.

 …

Read More

Share

Fungsi dan Jenis-Jenis Bearing

Bearing atau dalam bahasa Indonesia “Bantalan” atau laher adalah sebuah elemen atau bagian dari mesin yang berguna untuk menunjang poros antara  dua atau lebih komponen mesin yang memiliki beban agar dapat berputar terhadap sumbu porosnya, atau juga menjaga suatu komponen yang bergerak linier agar selalu berada pada jalurnya. Prinsipnya kinerja bearing berkebalikan dari roda gigi.

Bagian – bagian Bearing :

Bearing terdiri dari beberapa bagian dan memiliki fungsi tersendiri berikut adalah penjelasan dari bagian-bagian bearing :

  1. Outer Ring dengan jalur (raceway)

Ring yang letaknya di bagian paling luar. Permukaannya bersentuhan langsung dengan ball/roler dan komponen mesin yang lain.

Ring ini berfungsi untuk menahan bola/roller tetap berputar di tempat yang sama. Terbuat dari material yang keras, seperti baja atau chrome, yang kekuatannya mempengaruhi beban yang diterima dan masa pakainya. Kadang juga terbuat dari keramik dan plastik, walaupun lebih ringan. Perlu diingat bahwa bahan bearing plastik tidak cocok untuk ditempatkan pada temperatur dan tekanan tinggi.

  1. Inner Ring dengan jalur (raceway)

Ring yang letaknya di bagian paling dalam. Permukaannya bersentuhan langsung dengan ball/roler dan poros. Umumnya terbuat dari bahan yang sama dengan outer ring.

  1. Komponen yang berputar atau bergulir

Bagian ini bentuknya bermacam-macam. Ada yang berbentuk bola, roller atau silinder, cone atau needle yang keras. Bagian ini bersentuhan langsung dengan outer dan inner ring. Bagian ini akan bergulir sesuai jalurnya ketika poros/komponen berputar.

  1. Cage atau sarang atau rumah.

Bagian ini berfungsi untuk menjaga jarak antara bola/silinder. Dengan demikian bola/roller tidak saling bertabrakan atau bergesekan satu dengan yang lain. Sehingga putaran bearing menjadi halus dan lancar.

  1. Seal atau penutup

Bagian ini mungkin hanya ada di beberapa jenis bearing saja. Bagian ini berfungsi untuk menutup agar kotoran tidak masuk ke dalam bearing, dan menjaga pelumas tetap bersih.

Beban Bearing

Selain itu dalam memilih bearing pertama kita harus mengetahui, untuk dipergunakan menahan beban apa, berikut penjelasan mengenai beban :

  1. Beban Radial

Yaitu beban yang tegak lurus dengan poros yang dipasang pada bearing. Contohnya adalah bearing yang digunakan pada poros roda sepeda motor atau sepeda.

  1. Beban Thrust / Dorongan

Yaitu beban yang berasal dari samping bearing. Contohnya adalah bearing yang digunakan pada kursi kantor yang berputar.

  1. Beban Kombinasi

Yaitu adalah beban yang berasal dari bagian atas dan samping bearing. Contohnya adalah penggunaan bearing pada assy kemudi mobil.

Bearing pun memiliki jenis sesuai kegunaannya :

1. Friction Bearing

Friction Bearing adalah bearing yang bidang geseknya bergerak secara bergeser dan saling bersentuhan langsung antara permukaan bearing dengan komponen mesin yang didukung. Hal ini mengakibatkan gesekan permukaannya saat tinggi.

Dikarenakan tidak memiliki komponen perantara antara bearing dan komponen mesin sebagai gantinya Friction Bearing dilapisi oleh pelumas yang tipis agar gesekan yang terjadi tidak merusak bearing atau komponen mesin. Berikut adalah beberapa jenis Friction Bearing :

a.Plain Bearing

Plain Bearing merupakan bearing yang memiliki permukaan rata pada bidang geseknya meskipun bentuk bearingnya melengkung seperti setengah lingkaran. Plain bearing terbuat dari bahan tembaga kuningan yang permukaannya dilapisi oleh logam babit.

b. Bushing

Bushing atau bush, merupakan sebuah bantalan atau laher  dengan bentuk melingkar seperti cincin yang digunakan untuk tempat poros yang berputar, pada hal ini bushing dan poros terdapat pelumas yang berfungsi pada saat poros berputar yang terkena adalah pelumas tersebut.

2. Antifriction Bearing

Antifriction bearing sendiri terdapat beberapa jenis tergantung penggunaanya, berikut adalah beberapa jenis Antifriction Bearing

a. Ball Bearing

Ball Bearing adalah Bearing yang menggunakan bola baja yang diletakan diantara kedua rel yang berfungsi sebagai alur dan berputarnya bola. Ball Bearing memilikibeberapa jenis antara lain :

    • Single Flow Radial Ball Bearing
    • Axial Thrust Ball Bearing
    • Angular Contact Ball Bearing
    • Self Aligning Ball Bearing

b. Roller Bearing

Roller Bearing adalah bearing yang bebentuk silinder yang kinerja kontak bagian dalam ataupun luar berbeda dengan ball bearing pada umumnya. Roller bearing secara umum digunakan sebagai tumpuan beban yang berat karena memiliki titik tumpu lebih bebar dari satu titik, berikut beberapa roller bearing :

    • Cylindrical Roller Bearing
      Cylindrical Roller Bearing adalah bantalan atau laher yang menggunakan silinder-silinder baja didalamnya. Silinder baja ini berfungsi sebagai media gesekan antara komponen yang diam dengan komponen yang bergerak
    • Flexible Roller Bearing
      Flexible Roller Bearing adalah bantalan atau laher yang dapat menyesuaikan gesekan antara komponen dan bearing biasanya terdapat pada conveyor.
    • Needle Bearing
      Needle Bearing merupakan bantalan atau laher gelinding yang menggunakan roller baja atau baja berbentuk silinder sebagai media gesekan antar komponen yang diam dengan komponen yang bergerak.Tapered Roller Bearing
      Tapered Roller Bearing adalah komponen bearing yang berfungsi untuk kelengkapan otomotif kendaraan mobil. Jenis bearing automotif equipment biasa dipakai pada tromol mobil, dimana roller bearing punya dua bagian yang bersebrangan arah.
    • Spherical Roller Bearing
      Spherical Roller Bearing adalah sebuah bantalan atau laher dengan elemen bergulir yang memungkinkan adanya perputaran bergesekan rendah, sekaligus meminimalisir  terjadinya ketidaksesuaian sudut.
    • Roller Thrust Bearing
      Roller Thrust Bearing adalah bantalan atau laher yang sanggup menahan beban yang sangat berat, biasa dipakai di gear set kereta, mobil box dan transmisi mobil.

Setelah mengetahui fungsi dan jenis-jenis bearing anda dapat menentukan bearing mana yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan mesin, kendaraan dan peralatan anda yang membutuhkan penggantian bearing.…

Read More

Share

Distributor dan Supplier Bearing Murah

Supplier Bearing Murah

Bearing atau sering di sebut sebagai Laher atau Klaher dalam Bahasa Indonesia berarti bantalan. Dalam ilmu mekanika bearing adalah sebuah elemen mesin yang berfungsi untuk membatasi gerak relatif antara dua atau lebih komponen mesin agar selalu bergerak pada arah yang diinginkan sehingga dapat menjaga agar poros ban (as roda) tidak langsung bergesekan dengan rumah (roda). Komponen ini juga didesain minim friksi, sehingga ketika roda berputar bisa terjaga dan stabil.

distributor bearing

Bearing menjaga poros (shaft) agar selalu berputar terhadap sumbu porosnya, atau juga menjaga suatu komponen yang bergerak linier agar selalu berada pada jalurnya. Sehingga tidak terjadinya gesekan antara poros dan elemen mesin lainnya.

Bearing pada umumnya dibedakan menjadi dua jenis komponen yaitu :

  • Anti Friction (anti gesekan) Bearing.

Jenis anti friction bearing merupakan bearing yang bagian di dalamnya memiliki komponen yang dapat berputar dan pada bagian luar bearing memiliki bagian yang diam saat bagian dalam bearing berputar. Pada bearing jenis anti friction bearing gesekan yang ditimbulkan akan jauh lebih kecil karena anti friction bearing memiliki komponen yang berputar di dalamnya. Anti friction bearing ini secara garis besar terbagi  menjadi dua macam yaitu :

  • Ball Bearing.

Ball Bearing adalah bearing yang menggunakan bola baja yang diletakkan di antara kedua rel yang berfungsi sebagai alur dan jalannya bola tersebut berputar. Ball bearing ini terbagi lagi menjadi beberapa tipe yaitu:

  • Single Flow Radial Ball Bearing
  • Axial Thrust Ball Bearing
  • Angular Contact Ball Bearing
  • Self Aligning Ball Bearing
  • Roller Bearing
  • Roller Bearing.

Roller Bearing adalah bearing yang menggunakan roller baja (berbentuk  seperti tabung silinder) yang juga diletakkan di antara dua bantalan sebagai bidang gesek. Roller bearing ini terbagi menjadi beberapa tipe yaitu:

  1. Cylindrical Roller Bearing
  2. Flexible Roller Bearing
  3. Needle Bearing
  4. Tapered Roller Bearing
  5. Spherical Roller Bearing
  6. Roller Thrust Bearing

Macam-macam bearing di atas memiliki bentuk yang berbeda-beda sehingga penempatan bearing ini sangat tergantung dari keperluan dan kebutuhan mekanikal yang digunakan seperti contohnya bearing roda, ada yang menggunakan tapered roller bearing karena memiliki daya tahan yang lebih baik. Namun juga ada juga roda yang menggunakan bearing tipe Single Flow Radial Ball Bearing.

  • Friction Bearing.

Bearing jenis ini adalah bearing yang bidang geseknya bergerak secara bergeser dan saling bersentuhan langsung antara permukaan bearing dengan komponen mesin yang di dukungnya. Akibatnya gesekan pada permukaan bearing sangat tinggi. Hal ini disebabkan friction bearing tidak memiliki komponen perantara yang berputar di dalamnya, namun sebagai gantinya, friction bearing menggunakan lapisan oli yang tipis sebagai perantara agar gesekan antar permukaan tidak merusak bearing tersebut.

Berikut adalah macam-macam friction bearing  yang ada :

  1. Plain Bearing.

Plain bearing merupakan bearing yang memiliki permukaan rata pada bidang geseknya meskipun bentuk bearingnya melengkung seperti setengah lingkaran. Plain bearing umumnya terbuat dari beberapa campuran tembaga kuningan yang pada bagian permukaannya dilapisi dengan logam babit.

Contoh dari plain bearing adalah metal duduk dan metal jalan (bearing yang digunakan pada bagian dalam mesin yaitu crankshaft dan connecting rod).

  1. Bushing

Bushing merupakan salah satu jenis friction bearing dengan bentuk melingkar seperti cincin. Bushing ini sejatinya sebuah bantalan yang digunakan sebagai tempat poros berputar. Sama seperti plain bearing, bushing umumnya juga terbuat dari campuran tembaga kuningan yang dilapisi logam jenis babit. Contoh bushing jenis ini adalah bushing untuk king pin yang ada pada knuckle as roda.

Cara baca dan arti ukuran kode bearing

Dari kode pada bearing, kita bisa mengetahui spesifikasi, ukuran, dan jenis bearing tersebut. Sehingga kita bisa mengetahui karakter dan kegunaan yang tepat untuk bearing tersebut. Ini sangat berguna ketika kita akan mengganti bearing. Untuk amannya, sebaiknya bearing untuk sepeda diganti dengan kode ukuran yang sama.

Kode Jenis Bearing

Digit atau angka pertama, bisa berupa angka atau huruf, menyatakan jenis bearing. Jenis bearing ini menyatakan bagaimana bola atau silinder diposisikan, bentuk jalur (raceway) untuk bola/silinder, dan mekanisme kerja dalam bearing tersebut.

Kode Seri

Digit angka kedua pada kode bearing menyatakan hubungan antara ukuran bore, diameter luar, dan ketebalan bearing. Bearing jenis 2 (Spherical roller bearing) dan 32 (Tapered roller bearing) bisa memiliki 5 digit untuk kode seri bearingnya.

Bore / Diameter Lubang Bearing

Digit ketiga dan keempat menyatakan ukuran bore bearing. Bore adalah diameter lubang bagian dalam yang ada di tengah bearing.

Suffix / Akhiran

Tambahan huruf/angka/huruf & angka di belakang kode bearing, sebagai tambahan informasi. Huruf /angka di belakang angka.

Internal Radial Clearance

Kode C pada bearing (Internal Radial Clearance) artinya adalah besarnya gap antar bola dan cage (dudukan bearing). Gap atau celah ini bertujuan untuk jika terjadi pemuaian pada bearing akibat panas, bearing masih bisa berputar. Untuk alat dan pekerjaan yang bertemperatur dan bertekanan tinggi memakai bearing C3-C5 lebih disarankan agar bearing tidak macet karena memuai. Jika penulisan lain sesuai standard, maka bearing tanpa kode C berarti bearing tersebut memiliki Internal Radial Clearance standard.

Kode-kode pada bearing memiliki arti yang akan dijelaskan di bawah. Contohnya : Kode bearing adalah 6203-ZZC3, akan dibagi menjadi 5 bagian, yaitu: 6–2–03–Z–C3.

  • 1 digit angka pertama menyatakan: jenis bearing (bearing type code).
    Pada contoh bearing adalah 6
  • 1 digit angka kedua menyatakan seri bearing (series code).
    Pada contoh bearing adalah 2
  • 2 digit angka ketiga dan keempat menyatakan diameter bearing.
    Pada contoh bearing adalah 03
  • kode huruf terakhir menyatakan jenis bahan penutup bearing.
    Pada contoh bearing adalah Z
  • huruf C dan angka paling belakang menyatakan radial
    Pada contoh bearing adalah C3.

Jadi untuk contoh di atas: 62003-ZZC3, bisa diartikan: (6) Single row deep groove ball bearing, (2) Light, (03) Bore 17 mm, (z) One side shield, (C3) Internal Radial Clearance lebih besar dari normal.

Bagi anda yang sedang mencari produk bearing, Anugerah Jaya Bearing adalah salah satu distributor jual bearing yang menyediakan berbagai jenis bearing dari bearing industrial maupun otomotif dengan kualitas terbaik dan terpercaya di Indonesia.…

Read More

Share