Distributor dan Supplier Bearing Murah

Supplier Bearing Murah

Bearing atau sering di sebut sebagai Laher atau Klaher dalam Bahasa Indonesia berarti bantalan. Dalam ilmu mekanika bearing adalah sebuah elemen mesin yang berfungsi untuk membatasi gerak relatif antara dua atau lebih komponen mesin agar selalu bergerak pada arah yang diinginkan sehingga dapat menjaga agar poros ban (as roda) tidak langsung bergesekan dengan rumah (roda). Komponen ini juga didesain minim friksi, sehingga ketika roda berputar bisa terjaga dan stabil.

distributor bearing

Bearing menjaga poros (shaft) agar selalu berputar terhadap sumbu porosnya, atau juga menjaga suatu komponen yang bergerak linier agar selalu berada pada jalurnya. Sehingga tidak terjadinya gesekan antara poros dan elemen mesin lainnya.

Bearing pada umumnya dibedakan menjadi dua jenis komponen yaitu :

  • Anti Friction (anti gesekan) Bearing.

Jenis anti friction bearing merupakan bearing yang bagian di dalamnya memiliki komponen yang dapat berputar dan pada bagian luar bearing memiliki bagian yang diam saat bagian dalam bearing berputar. Pada bearing jenis anti friction bearing gesekan yang ditimbulkan akan jauh lebih kecil karena anti friction bearing memiliki komponen yang berputar di dalamnya. Anti friction bearing ini secara garis besar terbagi  menjadi dua macam yaitu :

  • Ball Bearing.

Ball Bearing adalah bearing yang menggunakan bola baja yang diletakkan di antara kedua rel yang berfungsi sebagai alur dan jalannya bola tersebut berputar. Ball bearing ini terbagi lagi menjadi beberapa tipe yaitu:

  • Single Flow Radial Ball Bearing
  • Axial Thrust Ball Bearing
  • Angular Contact Ball Bearing
  • Self Aligning Ball Bearing
  • Roller Bearing
  • Roller Bearing.

Roller Bearing adalah bearing yang menggunakan roller baja (berbentuk  seperti tabung silinder) yang juga diletakkan di antara dua bantalan sebagai bidang gesek. Roller bearing ini terbagi menjadi beberapa tipe yaitu:

  1. Cylindrical Roller Bearing
  2. Flexible Roller Bearing
  3. Needle Bearing
  4. Tapered Roller Bearing
  5. Spherical Roller Bearing
  6. Roller Thrust Bearing

Macam-macam bearing di atas memiliki bentuk yang berbeda-beda sehingga penempatan bearing ini sangat tergantung dari keperluan dan kebutuhan mekanikal yang digunakan seperti contohnya bearing roda, ada yang menggunakan tapered roller bearing karena memiliki daya tahan yang lebih baik. Namun juga ada juga roda yang menggunakan bearing tipe Single Flow Radial Ball Bearing.

  • Friction Bearing.

Bearing jenis ini adalah bearing yang bidang geseknya bergerak secara bergeser dan saling bersentuhan langsung antara permukaan bearing dengan komponen mesin yang di dukungnya. Akibatnya gesekan pada permukaan bearing sangat tinggi. Hal ini disebabkan friction bearing tidak memiliki komponen perantara yang berputar di dalamnya, namun sebagai gantinya, friction bearing menggunakan lapisan oli yang tipis sebagai perantara agar gesekan antar permukaan tidak merusak bearing tersebut.

Berikut adalah macam-macam friction bearing  yang ada :

  1. Plain Bearing.

Plain bearing merupakan bearing yang memiliki permukaan rata pada bidang geseknya meskipun bentuk bearingnya melengkung seperti setengah lingkaran. Plain bearing umumnya terbuat dari beberapa campuran tembaga kuningan yang pada bagian permukaannya dilapisi dengan logam babit.

Contoh dari plain bearing adalah metal duduk dan metal jalan (bearing yang digunakan pada bagian dalam mesin yaitu crankshaft dan connecting rod).

  1. Bushing

Bushing merupakan salah satu jenis friction bearing dengan bentuk melingkar seperti cincin. Bushing ini sejatinya sebuah bantalan yang digunakan sebagai tempat poros berputar. Sama seperti plain bearing, bushing umumnya juga terbuat dari campuran tembaga kuningan yang dilapisi logam jenis babit. Contoh bushing jenis ini adalah bushing untuk king pin yang ada pada knuckle as roda.

Cara baca dan arti ukuran kode bearing

Dari kode pada bearing, kita bisa mengetahui spesifikasi, ukuran, dan jenis bearing tersebut. Sehingga kita bisa mengetahui karakter dan kegunaan yang tepat untuk bearing tersebut. Ini sangat berguna ketika kita akan mengganti bearing. Untuk amannya, sebaiknya bearing untuk sepeda diganti dengan kode ukuran yang sama.

Kode Jenis Bearing

Digit atau angka pertama, bisa berupa angka atau huruf, menyatakan jenis bearing. Jenis bearing ini menyatakan bagaimana bola atau silinder diposisikan, bentuk jalur (raceway) untuk bola/silinder, dan mekanisme kerja dalam bearing tersebut.

Kode Seri

Digit angka kedua pada kode bearing menyatakan hubungan antara ukuran bore, diameter luar, dan ketebalan bearing. Bearing jenis 2 (Spherical roller bearing) dan 32 (Tapered roller bearing) bisa memiliki 5 digit untuk kode seri bearingnya.

Bore / Diameter Lubang Bearing

Digit ketiga dan keempat menyatakan ukuran bore bearing. Bore adalah diameter lubang bagian dalam yang ada di tengah bearing.

Suffix / Akhiran

Tambahan huruf/angka/huruf & angka di belakang kode bearing, sebagai tambahan informasi. Huruf /angka di belakang angka.

Internal Radial Clearance

Kode C pada bearing (Internal Radial Clearance) artinya adalah besarnya gap antar bola dan cage (dudukan bearing). Gap atau celah ini bertujuan untuk jika terjadi pemuaian pada bearing akibat panas, bearing masih bisa berputar. Untuk alat dan pekerjaan yang bertemperatur dan bertekanan tinggi memakai bearing C3-C5 lebih disarankan agar bearing tidak macet karena memuai. Jika penulisan lain sesuai standard, maka bearing tanpa kode C berarti bearing tersebut memiliki Internal Radial Clearance standard.

Kode-kode pada bearing memiliki arti yang akan dijelaskan di bawah. Contohnya : Kode bearing adalah 6203-ZZC3, akan dibagi menjadi 5 bagian, yaitu: 6–2–03–Z–C3.

  • 1 digit angka pertama menyatakan: jenis bearing (bearing type code).
    Pada contoh bearing adalah 6
  • 1 digit angka kedua menyatakan seri bearing (series code).
    Pada contoh bearing adalah 2
  • 2 digit angka ketiga dan keempat menyatakan diameter bearing.
    Pada contoh bearing adalah 03
  • kode huruf terakhir menyatakan jenis bahan penutup bearing.
    Pada contoh bearing adalah Z
  • huruf C dan angka paling belakang menyatakan radial
    Pada contoh bearing adalah C3.

Jadi untuk contoh di atas: 62003-ZZC3, bisa diartikan: (6) Single row deep groove ball bearing, (2) Light, (03) Bore 17 mm, (z) One side shield, (C3) Internal Radial Clearance lebih besar dari normal.

Bagi anda yang sedang mencari produk bearing, Anugerah Jaya Bearing adalah salah satu distributor jual bearing yang menyediakan berbagai jenis bearing dari bearing industrial maupun otomotif dengan kualitas terbaik dan terpercaya di Indonesia.

Share